Perjalanan Panjang Menuju Malang



Pertama kali ke Malang tapi cukup menguras waktu dan tenaga untuk sampai ke sana. Rombongan kami termasuk penumpang korban pembatalan penerbangan Sriwijaya Air pada tanggal 7 November 2019.

Awalnya kami harus berangkat pada pukul 13.10 WIB. Tapi sejak pembatalan penerbangan yang diumumkan pukul 12.30, belum ada kejelasan sampai sore bahkan malam hari.

Banyak penumpang  yang kecewa dan marah-marah namun tetap setia menunggu kejelasan. Setelah menunggu sekitar 8 jam, akhirnya kami diterbangkan ke Surabaya pada pukul 21.00 WIB. Itu pun tidak menggunakan pesawat Sriwijaya, melainkan NAM Air yang merupakan anak perusahaannya.







Dari Surabaya kami melanjutkan menggunakan bus ke Malang dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Kami sampai hotel pada Jumat dini hari. Tepaaar. Kegiatan besok pagi menanti.

Kami menginap di Hotel Atria, lokasinya bukan di pusat kota. Saya lupa di jalan apa.

Ini pertama kali saya ke Malang. Kali ini ikut kegiatan media gathering Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.  Kesan saya untuk kota ini sejuk dan sepertinya seru tinggal di sini.

Kendati cuma dua hari, tapi saya cukup terkesan dan ingin kembali utnuk liburan. Karena tak sempat untuk berkunjung ke objek wisata mengingat padatnya agenda Pak Menteri dan para deputi dari pagi sampai siang hari.



  • Pemaparan Program Deputi



Agenda pertama yang kami ikuti adalah pemaparan agenda deputi. Acara berlangsung di kafe Oura yang desainnya cukup modern dengan dominasi kaca sehingga membuat kafe tersebut nampak cukup luas. 

Para deputi secara bergiliran memaparkan program-programnya, capaian dan rencana kerja selanjutnya. 





  • Rawon Favorit Presiden 



Setelah agenda pemaparan, kami makan siang bersama Menko PMK, Muhajir Effendy. Tempat makan siang kami adalah warung sederhana namun sangat tersohor di kalangan para pejabat.

Waroeng Rampal, berdiri sejak 1957 dan terkenal dengan hidangan rawon dan soto dagingnya. Di sini beberapa Presiden RI pernah bersantap, itu terlihat dari foto yang dipajang di dinding warung. Ada foto Jokowi dan SBY. Ada juga foto mantan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu.

Rasanya enak aja sih menurut saya. Potongan dagingnya cukup besar dan banyak. Makannya dilengkapi kecambah, telur asin, kerupuk dan sambal, mantul!




  • Pantau Rumah Sakit Swasta


Agenda pokok Menko PMK dan jajaran adalah mengunjungi sejumlah rumah sakit swasta. Ada lima RS yang dikunjungi. Tujuannya adalah memantau pelayanan khususnya bagi pasien peserta BPJS. Pemerintah telah memutuskan menaikkan iuran BPJS untuk peserta mandiri mulai Januari 2002. Dengan kenaikan ini ingin dipastikan pelayanan tetap menjadi nomor satu setiap fasilitas kesehatan. 

Rumah sakit yang terakhir dikunjungi adalah RS UMM. Di depan rumah sakit ini ada masjid yang didesain mirip kelenteng. 











  • Kumpul Bahagia


Malam harinya yang juga acara terakhir adalah kumpul-kumpul bersama Pak Menteri dan istri, deputi, humas dan wartawan. Pak Muhajir menunjukkan kegemarannya menyanyi, membawakan dua lagu. Selain itu ada juga bagi-bagi doorprize dan alhamdulillah saya dapat voucher belanja Indomaret Rp 300 ribu. Hahaha 


Besok pagi kami harus kembali ke Jakarta. Semoga bisa kembali lagi ke Malang untuk liburan.










See ya, Malang!


Tonton video Pak Muhajir nyanyi:


Comments

Popular Posts