Posts

Showing posts from July, 2018

Dreams of India by Raghu Rai

Image
Hal-hal kecil cukup membuatku bahagia. Salah satunya mendapatkan kartu anggota Perpustakaan Nasional yang masa berlakunya 10 tahun. Hatiku girang banget saat menerima kartu itu dari petugas beberapa pekan lalu. Sekarang aku menjadi punya akses bebas membaca di Perpustakaan Nasional.
Salah satu ruang baca yang sangat menarik bagiku di lantai 20. Kenapa? Karena di situ khusus buku-buku berbahasa Inggris dan lebih khusus lagi buku-buku dengan latar belakang suatu negara. Section rak buku di lantai ini dibagi berdasarkan nama negara seperti India, Iran, Pakistan, China, Jepang, Eropa dan lain-lain.
Saat kuberkunjung tadi siang, Minggu, 22 Juli 2018, aku memilih buku berjudul Dreams of India karya Raghu Rai. Kenapa India? If you know me so well, you know that India is my dream destination since a long time ago. 
Buku ini adalah buku fotografi yang berisi foto-foto keren jepretan Raghu Rai, fotografer terkenal di India. Karya fotografi Raghu telah dimuat di media-media internasional seperti Ti…

Pameran "Namaku Pram"

Image
Suatu hari, dulu sekali, saya ingat salah seorang teman maya saya pernah berujar, "Menunda membaca Pram (Tetralogi Buru) adalah sebuah dosa." Saya tahu buku itu dan saya memilikinya walaupun modal minjam dan belum lengkap tapi sayangnya saya belum baca sampai detik saya membuat tulisan ini. Saya akui, 'dosa' saya makin menumpuk kalau begini.
Pramoedya Ananta Toer adalah legenda dan pasti semua sepakat. Walaupun mungkin tak semua warga negara Indonesia mengenalnya atau setidaknya tahu perihal dia. 
Saya punya sahabat atau orang tua dari Norwegia yang sangat antusias menyuruh saya membaca Pram sekitar 13 tahun yang lalu. Dia mewajibkan saya membaca Pram dan bahkan waktu itu mengirimkan saya review buku Pram dalam bahasa Inggris. Melalui karya Pram, dia mengenal kondisi sosio politik Indonesia di zaman itu yang menjadi latar belakang cerita Tetralogi Buru.
Bagi saya sosok seorang Pram adalah sosok yang keras hati, keras kepala, teguh pendirian, dan berani bersuara. Itu…

Membayangkan Kesedihan Lady Diana

Image
Saya baru menyelesaikan membaca buku biografi singkat Lady Diana atau Putri Diana. Dan atmosfer kesedihan itu masih terasa sampai saat ini, saat aku menuliskan catatan ini. Tepatnya aku membaca buku itu sejak Selasa (3/7/2018) malam dan bisa kuselesaikan pagi harinya. 
Diana adalah sosok perempuan yang sangat cantik dan anggun. Sepanjang ia menikah dengan Pangeran Charles, ia selalu menjadi sorotan publik. Mata kamera selalu mengikutinya kemanapun ia berjalan.
Pernikahannya dengan pewaris tahta kerajaan Inggris pada Juli 1981 menyorot perhatian dunia. Acara pernikahannya ditonton puluhan juta orang sedunia melalui siaran televisi. Tapi siapa sangka, pernikahan bak dalam cerita dongeng itu justru tak membahagiakan Diana. Kisah cinta yang sayangnya tak berakhir bahagia.
Diana seperti menanggung unrequited love, cinta tak berbalas. Walaupun pada awalnya Charles yang melamarnya dan menyatakan ingin menikahinya tapi sepertinya cinta dan hati Charles tak bisa ia dapatkan. How could she bear th…