Posts

Showing posts from January, 2018

Dari Halaman Gereja Katedral, Kudengar Lantunan Alquran

Image
Suatu pagi pada Minggu, 24 Desember 2017, matahari bersinar cukup terik di Jakarta. Pada hari menjelang perayaan Natal itu, jalan di depan Gereja Katedral dan juga Masjid Istiqlal cukup padat. Para anggota polisi telah mulai datang dan berjaga untuk persiapan pengamanan Natal dan juga membantu kelancaran arus lalu lintas.

Aku masuk ke dalam halaman Gereja Katedral. Awalnya sedikit khawatir, tentu karena aku memakai jilbab. Aku khawatir orang akan memandangiku saat masuk ke dalam halaman Katedral. Maklum, ini baru pertama kalinya aku meliput persiapan Natal dan baru pertama kali ke Gereja Katedral. Ternyata setelah aku masuk, ada beberapa wartawati yang juga berjilbab.

Setelah wawancara dan memantau persiapan Natal serta sibuk menulis berita, aku tetap diam di dalam Katedral. Karena aku harus memantau dan meliput Misa Natal yang akan dilaksanakan pada sore harinya hingga malam hari.


Lokasi Katedral berhadapan dengan Masjid Istiqlal. Jika berada di halaman Istiqlal, kita akan bisa mel…

Stop Penilaian Kalian Wahai Para Lelaki

Stop menilai perempuan dari fisiknya, dari apa yang ada di balik pakaiannya. Nilai lah perempuan dari apa yang ada di dalam kepalanya. Itulah semesta paling luas yang bisa kalian, wahai para lelaki, jelajahi dengan penuh petualangan.

Lelakiku

Kuingin segera sampai rumah dan rebah. Saat itulah kubisa lepas mengingat-ingat perjumpaan kita yang membuatku bungah. Lelakiku. Di dekatmu saljuku mencair jadi hangat api.


Stasiun Pasar Minggu. Senin, 15 Januari 2018.

Anak Masa Lalu

Kita; anak-anak masa lalu yang membawa luka diri, luka hati. Baiknya kita saling menyembuhkan, juga menumbuhkan. Lekaslah, Sayang.

Hujan. PN Jaksel. 15 Januari 2018. 01.30 pm

Ketetapan Tak Kunjung Surut

Mencintainya ialah ketetapan tak kunjung surut. Ialah kehidupan sekaligus kematianku.

7 Oktober 2017

Tujuh Februari Dua Ribu Lima

Aku cinta kau sejak tanggal tujuh bulan dua tahun dua ribu lima hingga tak bisa lagi kueja angka-angka dalam almanak yang telah lama mati toko-toko pinggir jalan itu. Aku cinta kau terhitung sejak dua ribu lima sampai dua ribu tujuh belas sampai selanjutnya kauhitung saja sendiri sampai kapan waktu akan lepas dari jam dinding tua itu.


Jakarta, 21 Oktober 2017

Syurga Kecilmu

Bolehkah aku bermain-main ke syurga kecilmu, Sayang? Kumeminta Tuhan agar suatu hari kita bisa bercinta di tengah-tengah syurga kecilmu itu dan aku akan melahirkan anak-anak kehidupan. Kan kusapih anak-anak kita dengan air susu yang mengalir dari sungai-sungai ilmu dalam buku yang memenuhi dinding putih itu.

Kepada:
Batara

My Life's Mantra

This is my mantra in life:

Life isn't getting easier, tho. But I refused to lost in this battlefield. Even I have to fight with my inner self. I have been through too many hardships, met shitty yet fake peoples, fallen apart, bruised, shattered, nearly killed, frustrated. What I have survived might killed you. When i feel life is getting much harder, i oftenly tell myself, "Don't fret.. Don't fret.. stop complaining."

Because I strongly believe, the less you complain, the easier life you get.

I am just doing my part and let God do the rest.

😄😄😄


Jakarta, 2nd of January, 2018

Sejatinya Mencintai

Sejatinya mencintai adalah lepas dari keinginan memiliki. Mencintaimu tanpa batas, seperti laut yang tak kuketahui titik mula dan akhirnya.   🖤



Kita Pasti Bertemu

Kita akan bertemu. Pasti. Suatu saat di tempat-tempat yang dirahasiakan, saat semua orang terlelap dan mati diserbu dingin dalam kamarnya yang lembab. 🌷


22 November 2017

Aku dan Kamu

Apapun boleh tumbang, aku dan kamu. Tapi akarnya tak pernah tercabut. Ia hidup dan menghujam semakin dalam. Kita membawanya dalam dada. Abadi. Tak perlu kauingat aku jika aku telah mengakar dalam dadamu.

22 November 2017

Kepada Jogja

Kepada Jogja, aku ingin kembali. Mengusik malam-malam kenangan. Jogja, kota dimana semua luka ditumpahkan. Sekaligus nyeri menemukan penyembuhnya.


30 Desember 2017