Posts

Pesan Politik dalam Film "Fantastic Beasts The Crimes of Grindelwald"

Image
Setelah dua tahun menanti, akhirnya alhamdulillah saya bisa nonton sekuel kedua Fantastic Beasts "The Crimes of Grindelwald". Dulu sulit banget move on dari Fantastic Beasts and Where to Find Them saat pertama kali tayang pada akhir 2016. Kali ini juga saya sulit move on dan bahkan pengin nonton lagi untuk kedua kalinya.
Rasanya film dengan durasi dua jam lebih ini atau 133 menit masih kurang. Kata yang terlontar dariku saat film ini berakhir, "Yaah habis," dengan nada kecewa. Rasanya kurang panjang dan pengin terus menerus ceritanya berlanjut. Kini setelah sekuel kedua, harus menunggu lagi dua tahun untuk sekuel selanjutnya. Semoga panjang umur dan semoga dipercepat enggak sampai dua tahun baru tayang lagi.
Beberapa komentar teman yang aku baca soal film ini kebanyakan kecewa karena ending film. Menurut mereka pertarungan di akhir kurang sengit, sebagaimana biasanya serial Harry Potter di setiap ending filmnya.
Menurut saya malah ending film ini lumayan seru. Sem…

Terpesona Pidato Kebudayaan Saras Dewi

Image
Hal yang paling patut aku syukuri saat ini adalah bisa menonton Pidato Kebudayaan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2018 secara langsung di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), Sabtu (10/11/2018) malam. Biasanya tiap tahun aku selalu nonton videonya di YouTube. Alhamdulillah yang juga menggembirakan dalam Pidato Kebudayaan 2018 adalah penyajinya. Dia adalah salah satu perempuan yang aku idolakan dan kagumi. Dialah si Lembayung Bali a.ka Saras Dewi atau mbak Yayas. 


Tak hanya terpesona dengan materi memukau yang mbak Yayas bawakan. Tapi juga terpesona dengan keramahan, kerendahhatian, dan kecantikannya. Asli, dia cantik banget. Bagiku dia adalah perempuan panutan hampir sempurna; sangat cerdas, cantik, baik, ramah, religius dan down to earth. Usai pidato, semua orang mengerubunginya. Ada yang minta foto dan tanda tangan. Dia pun dengan sabar memenuhi permintaan setiap orang. Saat aku dan temanku menghampirinya, dia bilang, "Tunggu ya. Jangan pulang dulu." Karena dia harus m…

Liputan Kecelakaan Pesawat Lion Air JT610

Image
Sudah empat hari terakhir saya ditugaskan meliput di Basarnas sejak jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang. Sejak empat malam terakhir pula saya tak bisa tidur nyenyak walaupun kerja sampai malam dan sampai kos selalu hampir jam 12 malam. Saya membayangkan bagaimana seandainya saya berada dalam leawat nahas itu. Saya membayangkan bagaimana perasaan para keluarga korban. Saya membayangkan kengerian pada saat detik-detik pesawat yang membawa 189 penumpang dan kru itu terjun bebas dan tenggelam. 
Meliput peristiwa semacam ini memang cukup emosional. Apalagi pada hari H kecelakaan, dua orang anggota keluarga salah satu penumpang mendatangi Gedung Basarnas. Mereka mencari tahu kebenaran kabar kecelakaan itu dan ingin menanyakan kondisi keluarganya. Saya memahami kondisi psikologis mereka, bagaimana kebingungan mereka harus mencari tahu ke mana. Di tengah kondisi begini, tak elok juga saya sebagai wartawan mengajukan berbagai pertanyaan. 






Bebe…

Kota Tua Jakarta

Image
Sebelum tinggal dan ngeburuh di ibukota, salah satu tempat yang paling ingin kudatangi adalah kota tua Jakarta. Tak hanya ingin melihat bangunan-bangunannya yang bersejarah, tapi tentunya wisata kuliner. Salah satu makanan yang paling ingin kucicipi waktu itu adalah rujak bebeg sama es selendang mayang.






Berdasarkan info Google, penjual kedua makanan ini banyak di kota tua. Belum lama tinggal di Jakarta, meluncurlah diriku ke tempat ini. Jalan-jalan sendiri lihat para none-none Belanda dan atraksi lainnya. 
Udara waktu itu cukup terik dan menyengat. Tapi kalau sudah namanya keinginan, aku pantang berbalik arah.





Karena waktu itu lagi bokek bin kere, maklum baru pindah kerja dan belum dapat gaji, enggak banyak makanan yang bisa kucicipi. Tapi kapan-kapan aku balik lagi untuk makan lebih banyak dan eksplorasi kawasan kota tua lebih dalam.


Selamat berakhir pekan!





Best Moment in 2017, Bertemu Mark Wiens!

Image
"Mark, I wished you would stay longer here in Lombok. Then I will invite you to my house and cook the meals for you and family," kataku kepada Mark Wiens menjelang kami akan berpisah.
Mark waktu itu hanya dua hari di Lombok dan kami punya waktu singkat untuk bertemu, pada akhir Agustus 2017. Pertemuanku dengan Mark adalah impian yang menjadi nyata. Aku tak pernah menyangka bisa bertemu food vlogger internasional itu. Sama sekali tak menyangka.
Aku telah lama mengikuti Mark di YouTube, dari subscribernya masih ratusan ribu sampai sekarang telah mencapai dua juta lebih. Sekitar 2014, aku mulai mengenal Mark. Sepulang kerja, menonton videonya adalah salah satu hiburan untuk melepas penat dan lelah. Sampai suatu ketika aku berkhayal, "Semoga suatu hari bisa ketemu Mark. Makan bareng dan jalan-jalan di Lombok."
Doa itu pun terkabul. Pada Agustus 2017, aku membuka Instagram dan ternyata Mark sedang berada di Bali. Aku pun iseng komen di unggahannya memintanya datang ke Lomb…