Posts

Pameran "Namaku Pram"

Image
Suatu hari, dulu sekali, saya ingat salah seorang teman maya saya pernah berujar, "Menunda membaca Pram (Tetralogi Buru) adalah sebuah dosa." Saya tahu buku itu dan saya memilikinya walaupun modal minjam dan belum lengkap tapi sayangnya saya belum baca sampai detik saya membuat tulisan ini. Saya akui, 'dosa' saya makin menumpuk kalau begini.
Pramoedya Ananta Toer adalah legenda dan pasti semua sepakat. Walaupun mungkin tak semua warga negara Indonesia mengenalnya atau setidaknya tahu perihal dia. 
Saya punya sahabat atau orang tua dari Norwegia yang sangat antusias menyuruh saya membaca Pram sekitar 13 tahun yang lalu. Dia mewajibkan saya membaca Pram dan bahkan waktu itu mengirimkan saya review buku Pram dalam bahasa Inggris. Melalui karya Pram, dia mengenal kondisi sosio politik Indonesia di zaman itu yang menjadi latar belakang cerita Tetralogi Buru.
Bagi saya sosok seorang Pram adalah sosok yang keras hati, keras kepala, teguh pendirian, dan berani bersuara. Itu…

Membayangkan Kesedihan Lady Diana

Image
Saya baru menyelesaikan membaca buku biografi singkat Lady Diana atau Putri Diana. Dan atmosfer kesedihan itu masih terasa sampai saat ini, saat aku menuliskan catatan ini. Tepatnya aku membaca buku itu sejak Selasa (3/7/2018) malam dan bisa kuselesaikan pagi harinya. 
Diana adalah sosok perempuan yang sangat cantik dan anggun. Sepanjang ia menikah dengan Pangeran Charles, ia selalu menjadi sorotan publik. Mata kamera selalu mengikutinya kemanapun ia berjalan.
Pernikahannya dengan pewaris tahta kerajaan Inggris pada Juli 1981 menyorot perhatian dunia. Acara pernikahannya ditonton puluhan juta orang sedunia melalui siaran televisi. Tapi siapa sangka, pernikahan bak dalam cerita dongeng itu justru tak membahagiakan Diana. Kisah cinta yang sayangnya tak berakhir bahagia.
Diana seperti menanggung unrequited love, cinta tak berbalas. Walaupun pada awalnya Charles yang melamarnya dan menyatakan ingin menikahinya tapi sepertinya cinta dan hati Charles tak bisa ia dapatkan. How could she bear th…

Lebaran Ketiga 2018 Liputan di Rumah Novel Baswedan

Image
Novel Baswedan adalah salah satu penegak hukum di negeri ini yang aku idolakan, setelah Artidjo Alkostar. Publik mafhum, Novel yang penyidik senior di KPK ini adalah sosok yang berintegritas. Karena kejujuran dan keberaniannya itulah kemudian matanya menjadi rusak. 
Kenapa sih sulit menjadi orang jujur di negeri ini? Kenapa kejujuran harus dibayar mahal dengan kebutaan. Aku rasa siapapun marah terhadap kejahatan yang menimpa Novel.
Setelah meliput langsung kepulangan perdana Novel dari Singapura pada Februari lalu, aku kembali berkesempatan bertemu dengan Novel di sekitar rumahnya di hari ketiga Idulfitri 1439 H pada hari Minggu, 17 Juni 2018. Pada hari itu Wadah Pegawai KPK melakukan silaturahmi dan sekaligus menggelar jumpa pers mempertanyakan kelanjutan penanganan kasusnya.
Novel menagih janji Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menangkap pelaku teror dengan menyiram air keras ke matanya. Setahun lebih berlalu, nasib kasus itu tak jelas. Tentu publik dan para pegiat korupsi tak…

Cerita Idulfitri 1439 H dari Jakarta

Image
Sepanjang hidup, baru 2018 ini aku merayakan Idulfitri jauh dari orang tua. Aku memilih untuk berlebaran di Jakarta dan mengambil piket lebaran. Artinya aku tetap bekerja dan liputan pada hari H lebaran sampai lebaran keempat.
Perasaannya biasa saja. Bukannya enggak sayang dan kangen orang tua. Sedih pasti. Tapi aku selalu bisa mengontrol sisi emosionalku. Mudik penting. Tapi esensi mudik yang jauh lebih penting bagiku adalah kembali ke dalam diri. Menjadi manusia baru. Manusia dengan kebiasaan baru dan tetap menjaga spirit Ramadan sampai bertemu bulan puasa selanjutnya.

Hari H Idulfitri, aku mendapat tugas liputan di Masjid Istiqlal. Aku berangkat dari kos pukul 06.00 dan sampai Istiqlal setengah jam setelahnya. Jalanan Jakarta sangat sepi pagi itu. Aku liputan salat Idulfitri sembari salat dan mendengarkan khotbah yang disampaikan KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym.


Kelar liputan salat Idulfitri, garap berita dulu dan istirahat sejenak. Lautan manusia. Antrean ke pintu keluar masjid pu…