Review Film "The Power of the Dog"





Sutradara: Jane Campion

Tahun: 2021

Pemain: Benedict Cumberbatch, Kirsten Dunst, Jesse Plemons, Kodi Smit-McPhee


Ini sepertinya film terbaik yang saya tonton di awal tahun 2022 ini. Salah satu alasan menonton film ini tentu karena banyak meraih nominasi Oscar 2022 dan saya memang telah berencana menonton film-film yang masuk nominasi Oscar tahun ini. 

The Power of the Dog, dari judulnya saja sudah menarik dan ternyata itu sebuah kutipan dari ayat Alkitab, Psalm 22:20 yang berbunyi: "Deliver my soul from the sword; my darling from the power of the dog".

Film ini berlatar tahun 1925 di Montana, AS. Di sebuah peternakan kuda yang asri dan hijau serta dikelilingi bukit-bukit berkelok, tinggallah keluarga Burbank yang kaya.


Phil Burbank (Benedict Cumberbatch) merupakan kakak dari George Burbank (Jesse Plemons). George yang baik hati menikahi seorang janda pemilik penginapan, Rose Gordon (Kirsten Dunst) dan membawanya ke rumahnya di tengah peternakan itu. Rose membawa serta putranya yang beranjak remaja, Peter Gordon (Kodi Smit-McPhee).

Peter menjadi bulan-bulanan Phil. Dia begitu benci melihat Peter yang menurutnya sangat tidak maskulin dan memanggilnya dengan sebutan "banci". Phil juga tidak menyukai Rose karena mengira Rose menikahi adiknya demi uang.

Peter dengan postur tubuh yang sangat tinggi dan berjalan dengan agak melambai serta tidak suka berkuda dinilai tidak maskulin, sebagaimana definisi maskulinitas yang diyakini Phil. Peter adalah seorang pemuda yang baik dan penurut. Dia memiliki cita-cita sebagai dokter. Kendati diperlakukan tidak baik oleh paman tirinya itu, serta kerap diejek di depan umum, dia tidak ambil pusing, tapi sakitnya penghinaan yang harus ditanggung hati siapa yang tahu? 


Film ini mengisahkan tentang maskulinitas beracun (toxic masculinity) Phil, yang selalu menganggap bahwa laki-laki itu dianggap gagah ketika dia harus tegap, macho, dan bisa berkuda. Dan juga ada dendam yang diam-diam diasah sebelum dihunuskan di akhir kisah. Itulah yang menjadi plot twist film ini yang sangat mengagetkan. Walaupun disuguhkan dengan sangat soft, lambat, tapi di akhir sangat menghantam jiwa. 

Vibes, sinematografi, latar tempat film ini mengingatkan saya pada film Mudbound. Saya sangat suka dengan suasana kawasan peternakan yang jauh dari hiruk pikuk kota, dikelilingi bukit-bukit hijau yang sangat asri dan tenang.

Saya juga suka dengan wardrobe Kirsten Dunst di film ini. Dia memakai baju-baju vintage yang super keren. Salah satu yang saya suka adalah knit sweater coklat krem yang dia pakai saat naik mobil bersama George dan berhenti di dekat tanah lapang untuk melihat liukan perbukitan di depan mereka sembari berdansa. So romantic.


Ayo tonton calon peraih film terbaik Oscar ini di Netflix. Wajib tonton. hihihi


Salah satu quote yang saya suka dari film ini: "JATUH, BANGKIT KEMBALI"







Comments

Popular Posts