Saat TKN Jokowi-Ma'ruf dan BPN Prabowo-Sandi Berdebat Soal Korupsi



Pada Jumat (5/4/2019) malam, sehabis liputan diskusi Pemilu di Hotel Ashley, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, saya digeser ke agenda malam di kawasan Dharmawangsa. Acaranya keren sih, debat anti korupsi para alumni Oxbridge (Oxford dan Cambridge University) dengan alumni kampus Ivy League di Amerika (Harvard dan Columbia University). Selain itu hadir pula perwakilan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf (TKN) dan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi (BPN). Kedua kubu ini pun berdebat soal penanganan korupsi di Indonesia diwakili masing-masing empat orang.


Saat memasuki lokasi acara, saya merasa inferior karena para undangannya orang-orang keren lulusan universitas ternama. Akhirnya saya pun berdiri sendiri di pojokan karena tak ada satu pun yang saya kenal. Wartawan lain juga saya lihat belum ada. Huhuhu.



Dalam debat TKN versus BPN, TKN diwakili Budiman Sudjatmiko, Rio Yovian Haminoto, Agus P Sari, dan Dini S Purwono. Sementara di kubu BPN diwakili Sudirman Said, Dirgayuza Setiawan, Bambang Widjajanto, dan Ledia Hanifa. Kedua tim memaparkan pandangannya terkait korupsi di Indonesia dan solusinya.

Kedua kubu juga menyampaikan program kerja masing-masing jagoannya terkait pemberantasan korupsi di Indonesia.
Dalam paparan awalnya, Budiman Sudjatmiko mengatakan salah satu cara mencegah korupsi adalah mengusulkan pendanaan parpol oleh negara. Syaratnya parpol harus transparan dan memiliki akuntabilitas yang jelas sebagaimana lembaga negara lainnya yang dibiayai negara.
Sementara itu, Sudirman Said menyampaikan saat ini korupsi di Indonesia berada di titik terendah. Indonesia berada di titik terendah karena lima dari tujuh pimpinan lembaga negara masuk penjara di era Jokowi. Salah satunya Setya Novanto yang dulu menjabat Ketua DPR. Menurutnya, presiden sebagai kepala negara tak bisa menciptakan pemerintahan bersih.


Setelah selesai acara, kami doorstop dengan Budiman Sudjatmiko. Kami meminta tanggapannya soal ancaman people power yang disampaikan Amien Rais. Juga soal beberapa isu lainnya.

Comments

Popular Posts