Festival Moyo Diharapkan Dapat Menarik Investor




Festival Moyo kembali diselenggarakan untuk kedua kalinya di tahun 2013 ini. Festival ini resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diwakili oleh Dirjen Destinasi Wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Ir. Firmansyah Rahim, MM, Jumat (20/9) lalu. 

Dengan diselenggarakannya Festival Moyo, diharapkan tidak hanya dapat menarik kedatangan wisatawan sebanyak-banyaknya, namun juga dapat mengundang ketertarikan investor untuk berinvestasi di bumi Sabalong Samalewa ini. Demikian disampaikan Wakil Gubernur NTB, H. M. Amin, SH.,M.Si.

"Event ini diharapkan dapat menarik investor dan kesempatan emas untuk meningkatkan daya saing kita di segala bidang khususnya pariwisata baik skala nasional maupun internasional," harap Wagub pada saat memberi sambutan dalam pembukaan Festival Moyo.

Pengembangan pariwisata menurutnya tidak hanya mengedepankan promosi, tapi harus diimbangi dengan kreasi dan inovasi dalam mengembangkan sektor pariwisata. Sehingga dapat berdaya saing dengan daerah lainnya dalam sektor pariwisata. Amin juga menyampaikan dengan digelarnya Festival Moyo juga dapat memberikan dampak berantai bagi kesejahteraan masyarakat.

Amin juga menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas daerah. Mengingat dunia pariwisata sangat rentan dengan persoalan keamanan. Apalagi jika ingin menarik investor sebanyak-banyaknya untuk berinvestasi. Untuk itu semua elemen harus turut menjaga kondusifitas daerah termasuk masyarakat.

"Suasana kondusif adalah tanggung jawab kita semua. Karena investasi memerlukan suasana damai dan tenteram. Kita semua harus hindari suasana yang dapat menghambat datangnya wisatawan dan investor ke daerah kita. Ini menjadi tanggung jawab kita semua," pesannya.

Sementara itu, Dirjen Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Ir. Firmansyah Rahim, MM yang mewakili Wakil Menteri Parekraf mengatakan dengan diselenggarakannya Festival Moyo di tahun kedua ini merupakan momentum bagi para budayawan, seniman, pegiat pariwisata, dan pemerintah daerah untuk membangun bumi Sabalong Samalewa. Disamping itu juga sebagai starting point pembangunan pariwisata di Kabupaten Sumbawa. 

Firmansyah juga memuji potensi wisata yang ada di Kabupaten Sumbawa khususnya Pulau Moyo. Pulau Moyo lanjutnya merupakan destinasi wisata yang sering dikunjungi para pesohor dunia. Festival ini diharapkan dapat memberikan dampak beraantai bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Sumbawa.
"Konsumsi masyarakat meningkat, jumlah kunjungan pariwisata meningkat, begitu juga dengan industri hulu dan hilir sehingga terjadi peningkatan pendapatan masyarakat," harapnya. 


Samawa Basarunai-Sekitar 800 peniup Basarunai dari 24 Kecamatan di Kabupaten Sumbawa meniup alat musik tradisional masyarakat Samawa, Sarunai dalam pembukaan Festival Moyo, Jumat (20/9)

Comments