Penerbangan Pertama Jetstar Australia



Setahun, Jetstar Targetkan 100 Ribu Penumpang 

 
Pesawat Jetstar penerbangan Perth-BIL saat pertama kali mendarat di gumi Lombok. Semoga dengan dibukanya rute Perth-BIL, angka kunjungan semakin meningkat

Maskapai asal Australia, Jetstar telah resmi membuka penerbangan langsung rute Perth Australia-Bandara Internasional Lombok (BIL) mulai Selasa (24/9). Hari Selasa (24/9) siang, sekitar pukul 14.30 WITA, Jetstar mendarat perdana di BIL membawa 150 penumpang yang terdiri dari penumpang umum, kru Jestar, pelaku wisata Australia, dan wartawan Australia.

Rombongan ini disambut dengan tarian gendang beleq yang dibawakan oleh anak-anak. Beberapa pejabat dan asosiasi pariwisata NTB juga turut menyambut kedatangan mereka. Diantaranya Wakil Gubernur (Wagub) NTB H. M. Amin, SH.,M.Si, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB Drs. Agung Hartono, M.STr, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB Drs. Muhammad Nasir, Sekretaris dan Anggota  Komisi II DPRD NTB Mori Hanafi, SE.,M.Comm dan Ir. H. Misbah Mulyadi, Ketua BPPD NTB Awanadi Aswinabawa dan beberapa anggota, PHRI NTB, Lombok Hotel Association (LHA), ASITA NTB, dan pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan selamat datang dan selamat menikmati keindahan NTB khususnya Pulau Lombok beserta ragam  kuliner yang menjadi ciri khas Lombok. "Hari ini hari bersejarah khususnya bagi dunia pariwisata  dimana kita kedatangan para tamu dari Australia sebanyak 150 orang dan ini pertama kali penerbangan langsung dari Australia," sebutnya.

Dengan dibukanya rute penerbangan langsung dari Perth Australia, ini akan menjadi nilai tambah bagi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat NTB. "Kami sangat berterima kasih dan selamat datang. Mudah-mudahan dengan kedatangan para wisatawan dari Australia akan membawa sesuatu yang bermanfaat bagi pariwisata NTB," harapnya.

Sementara itu Head of Commercial and Operation Improvement Jetstar, Nigel Fanning mengatakan pihaknya menargetkan dalam satu tahun sebanyak 100 ribu penumpang. Awal dibukanya rute Perth-BIL, Jetstar dijadwalkan terbang sebanyak empat kali dalam seminggu yaitu hari Selasa, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Jika nantinya ada perkembangan positif, pihaknya siap menambah frekuensi penerbangan.

Lombok sebut Fanning adalah salah satu tujuan atau destinasi yang dijual oleh pihaknya. Dengan demikian diharapkan semakin banyak wisatawan Australia yang datang ke Lombok. Dalam penerbangan perdana kemarin, Jetstar berangkat dari Perth sekitar pukul 10.30 waktu Perth Australia. Penerbangan Perth-BIL ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam 40 menit.

Ketua BPPD NTB, Awanadi Aswinabawa mengatakan agar pihak Jetstar bisa mempertahankan rute Perth-BIL, Jetstar harus dibantu pemasarannya. Sehingga diharapkan dalam penerbangan balik ke Perth juga terisi penumpang. "Itu harus dibantu semua agar Jetstar bisa terus bertahan. Kita bantu pemasarannya misalnya dari Astindo yang juga menjual paket wisata ke Australia," sarannya.

Dengan dibukanya penerbangan langsung Perth-BIL, diharapkan akan ada peningkatan turis ke NTB. Agar target 100 ribu penumpang tercapai dalam setahun, Awan menyarankan agar Jetstar menambah frekuensi penerbangan atau mengganti kapasitas pesawat menjadi lebih besar. "Jangan sampai Jetstar yang sudah masuk kesini sifatnya temporer, tiga bulan pergi," imbuhnya. Dalam hal ini kembali ditegaskan pentingnya peran industri pariwisata untuk membantu Jetstar  mengisi seat yang ada. "Sangat penting penerbangan balik terisi. Ini tantangan kita semua," tandasnya.

Menanggapi itu, Ketua DPP Astindo NTB, Johan Olii menyampaikan pihaknya akan bertemu dengan pihak pemasaran Jetstar untuk membicarakan masalah ticketing. Ia pun menyambut baik penerbangan langsung ini yang dinilai memberikan dampak baik bagi pengusaha yang bergerak di bidang ticketing.

Sementara itu, Ketua PHRI NTB, I Gusti Lanang Patra menyampaikan  sarana transportasi atau aksesibilitas sangat penting untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan. Termasuk juga dari Australia. Dengan rute Perth-BIL, diharapkan akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan. Untuk mendukung itu, perhotelan menurutnya sudah sangat siap. Kamar-kamar hotel juga terus bertambah. "Kita siap menyambut meningkatnya arus kunjungan wisatawan. Hotel-hotel mulai dari city hotel, resort, hotel bintang tiga sampai lima kita sudah siap. Restoran juga kita siap," ujarnya. Di tahun 2013 ini telah ada penambahan 500 kamar hotel. Dan ditargetkan menjadi 700 kamar sampai akhir tahun 2013.

Comments