Pertemuan Ajaib (Kembali Kamu)


  
Pagi itu, bangun dari tidur aku mendapati sebuah missed call dan satu pesan di ponselku. Aku buka ponselku dan kudapati nomor yang tak kukenal menelponku lewat pukul 00.00. Karena malam itu aku sudah pulas, aku tak mendengar ponselku berdering. Akupun membuka pesan, dan ternyata nomor yang tak kukenal itu adalah nomor teman lama yang sembilan tahun tak ketemu.. Ajaib pikirku.. Sedikitpun aku tak pernah berharap berhubungan lagi dengan orang ini. Tapi ternyata ia menghubungiku....
 
Di pesan yang ia kirim untukku, ia mempertanyakan apakah aku mengingatnya. Aku tak langsung membalas pesannya. Siang hari baru aku sempat membalasnya tapi ternyata gagal dan kuulang lagi sore harinya..

Malamnya ia menelponku, menjelang waktu Isya. Pertanyaan yang menggelitik dan membuatku tertawa saat dia menanyakan, “Rambutmu masih panjang nggak?” hahahahahha.. Aku tergelak dan menjawab aku yang berambut panjang itu aku yang dulu... “Oh berarti sekarang udah modis dong," sambarnya. Aku kembali tergelak dan menjawab, "Biasa aja, malah aku nggak bisa dandan.” “Itu bagus yang natural,” aku tergelak dan merona, untung dibatasi layar ponsel dan dia tak dapat melihat pipiku.

Dia pun menceritakan saat ini dia sedang berada di Bima. Ia juga terkena dampak hujan abu pascaletusan gunung Sangeangapi beberapa waktu yang lalu. Karena tak bisa datang ke Lombok, ia mengajakku untuk bertemu di Bali. Ia akan berada di Bali selama empat hari setelah dari Bima. Menurutnya lebih adil kalau aku menyusulnya ke Bali karena jarak Bali-Lombok lebih dekat, dibandingkan jika dia yang harus ke Mataram dari Bima yang jaraknya cukup jauh. Aku tak bisa menjanjikan karena aku tak punya waktu. Pasalnya aku baru saja, dua minggu yang lalu ambil cuti seminggu untuk trekking ke Rinjani... 

Dari perjumpaan lewat udara itu ia kemudian meminta PIN BB, tapi waktu itu BBM sengaja tak aku aktifkan. Tapi akhirnya demi dia aku isi pulsa dan beli paket internet. Biasanya kubiarkan BBM-ku off berbulan-bulan karena malas isi pulsa.

Setelah BBM aktif, kami BBM tak putus-putus. Bahkan aku rela meladeninya sampai tengah malam. Dia memintaku mengirim foto terbaruku. Singkat cerita, dari pembicaraan di BBM itu mengalir obrolan tentang kenangan pertemuan dengan dia sembilan tahun lalu. Ia juga mempertanyakan kenapa dulu aku menolaknya waktu ia mengajakku berpacaran, ia juga bertanya kenapa aku tak pernah berusaha mencarinya waktu kami sama-sama kuliah di kota yang sama. 

Pada akhirnya pembicaraan kami merembet ke masalah perasaan. Ia mengajakku untuk menjalin hubungan lagi. Aku tahu saat ini ia tak sendiri. Entahlah setan mana yang menggodaku, setan kesepian mungkin. Dan akupun mengiyakan tawarannya. Pikirku, tak apalah pacaran toh juga cuma lewat BBM. Kami juga sangat kecil kemungkinan untuk bertemu. Aku di Lombok, dia di Sumatera sana... Aku berpikir jalani saja... Let it go with the flow...
 
Lelaki itu, yang membuatku jatuh cinta lagi saat ini.. Laki-laki yang kebetulan aku berkenalan dengannya tahun 2005 silam. Lucu deh kalau aku ingat-ingat... Pertemuan pertama waktu aku masih lugu..hahahah.. Tahun 2005, setelah aku dinyatakan lulus di UMY jurusan HI, aku balik ke Lombok naik bus Safari Dharma Raya. Aku girang, aku satu seat sama cowok ini. Gimana nggak girang, dia ganteng dan cute… hahaha… Kami pun berkenalan. 

Pikirku dia orang Mataram. Ternyata dia dari Sumatera dan ia akan pergi ke Sumbawa. Kamipun ngobrol berbagai hal.. Kamipun selalu bareng baik di kapal dan maupun pada saat istirahat makan di beberapa tempat perhentian bus yang membawa kami.  Waktu itu kami sempat berbagi mendengarkan musik. Kebetulan waktu itu dia membawa walkman dan kaset Ada Band “Heaven of Love”. Sesaat sebelum sampai di Terminal Mandalika, kamipun bertukar nomor ponsel. Dan kami pun berpisah setelah turun dari bus.

Menurutku pertemuanku dengannya sungguh ajaib. Semua dari arah yang tak pernah kusangka sebelumnya. I think it is a God’s miracle. Sama sekali aku tak pernah menduga ini terjadi. Bahkan aku tak pernah mengingatnya. Allah selalu punya cara jika memang menghendaki. Aku bersyukur, setidaknya aku bisa merasakan rasanya jatuh cinta lagi.. Walaupun sebenarnya aku benci jatuh cinta..

Note:
Ini catatan lama, tahun 2014. Hahahaha.

Comments