Review "Milana"







Judul                                      : Milana; Perempuan yang Menunggu Senja (Kumpulan Cerpen)
Penulis                                    : Bernard Batubara
Editor                                     : Siska Yuanita
Ilustrasi Sampul dan Isi        : Lala Bohang
Penerbit                                  : Gramedia Pustaka Utama
Tahun                                     : 2013
Halaman                                 : 192
ISBN                                       : 978-979-22-9507-8




Ini adalah buku ketiga Bernard Batubara yang saya baca setelah Surat Untuk Ruth dan Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri. Tapi dua buku sebelumnya belum saya tulis reviewnya, rencananya saya akan baca ulang dan menulis reviewnya. Milana adalah buku kumpulan cerita pendek (cerpen) pertama Bara yang dibukukan. Beberapa cerpen di buku ini pernah dimuat di media massa dan di blog pribadinya, www.bisikanbusuk.com.

Buku ini terdiri dari 15 cerpen. Salah satu cerpen, Milana, selanjutnya dikembangkan Bara menjadi novel Surat Untuk Ruth. Saya juga berharap salah satu cerpen di buku ini dikembangkan lagi menjadi novel, sepertinya menarik. Cerita ini juga menjadi cerita paling mengena dan menjadi favorit saya dalam buku ini yaitu Surat Untuk Fa.

Saya suka banget dengan cerpen ini. Saya terbawa dalam ceritanya. Mantan kekasih Fa, menulis surat selama bertahun-tahun, tepatnya selama sepuluh tahun untuknya. Dalam surat itu, pria tersebut meminta maaf dan meminta Fa untuk mengikhlaskan apa yang telah terjadi antara mereka. Tapi Fa tidak pernah membalas surat tersebut.

“Luka dapat menyembuhkan dirinya sendiri asal kau memberinya jalan.”

“Kau dan aku sama-sama paham ini tidak bisa berjalan selamanya. Maka dari itu aku tidak berani mengambil langkah lebih jauh untuk mendekat ke hatimu, karena aku takut aku hanya akan merusaknya.”

Semangkuk Bubur Cikini dan Sepotong Red Velvet adalah cerpen kedua yang juga mengena di hati. Saya membacanya dengan sepenuh jiwa dan pada akhirnya saya ingin menangis. Bubur Cikini adalah panggilan sayang seorang laki-laki kepada perempuan yang ditemuinya di sebuah warung bubur. Red Velvet adalah panggilan si perempuan kepada laki-laki karena telah ditraktir kue berwarna merah darah tersebut. Mereka saling jatuh cinta dan perempuan tersebut sebenarnya telah memilki kekasih, calon suami yang akhirnya akan menikahinya.

Lukisan Kali dan Pohon Tua menceritakan tentang seorang pria patah hati yang ditinggalkan perempuan yang sangat dicintainya. Perempuan ini meninggalkannya karena harus kembali kepada suaminya. Pria ini pun patah hati dan lebih menyukai diam di kesunyian mendengar suara alam. Saya kurang ngerti apa maksud cerita ini, tapi saya suka gaya penceritaannya yang puitis.

“Kalau saja pertemuan itu tak terjadi, perpisahan ini pun tak perlu terjadi.”


“Ke mana lagi tujuan bila kau sudah dekat dengan kematian? Hanya satu tempat terakhir.”


Beberapa Adegan yang Tersembunyi di Pagi Hari mengisahkan tentang adegan di sebuah pagi hari yang diperankan oleh tepian daun, embun, angin dan pagi hari. Tepian daun pernah jatuh cinta kepada matahari, tapi seiring matahari meninggalkannya pada saat senja menjelang, ia merasa ditinggalkan dan patah hati. Ia pun jatuh cinta kepada embun yang telah menyejukkannya pada pagi hari. Embun pun pada akhirnya akan meninggalkannya.

“Kau tahu aku mencintaimu. Karena itu aku mengikhlaskanmu.”

“Dan seseorang yang jatuh cinta adalah peneliti yang mahir, bukan?”

“Orang yang sedang jatuh cinta punya rasa penasaran yang bahkan bisa membunuh seekor harimau bengali.”

“Tetapi, ketika aku merasa pada akhirnya mampu jatuh cinta lagi, kau tiba-tiba saja pergi.”

“Memangnya cinta harus selalu menanti?”


Lelaki Berpayung dan Gadis yang Mencintai Hujan tentang Erina, gadis yang sangat mencintai hujan. Ia selalu menari dan melakukan gerakan aneh pada saat hujan deras mengguyur kotanya. Erina bertemu dengan lelaki berpayung, Tetto yang merasa aneh dengan tingkahnya. Lelaki itu bertanya kenapa ia selalu menari di bawah hujan dan Erina mengatakan ia merasa lebih hidup pada saat hujan turun.

Goa Maria mengisahkan cinta terlarang Suhana dan Wanto. Cinta mereka tak direstui orang tua Suhana yang anak seorang haji dan Wanto hanyalah anak seorang tukang sayur. Goa Maria adalah tempat pertama kali mereka bertemu dan akhirnya saling jatuh cinta. Tapi akhirnya hubungan cinta itu kandas karena Wanto lebih memilih menikah dengan perempuan lain yang setara dengannya.

“Betapa hanya perlu sepasang mata untuk membuat seseorang jatuh cinta semakin jauh, semakin dalam.”

Tikungan menceritakan tentang sebuah tikungan mau di jalan dekat kompleks sebuah perumahan sangat berbahaya dan sering menyebabkan celaka bagi pengendara. Selain tajam, ada juga pohon sawo yang cukup lebat tumbuh di dekat tikungan tersebut. Pasir yang dibawa truk juga kerap jatuh di dekat tikungan sehingga bahaya tikungan tersebut. Walaupun pohon sawo sudah ditebang, dan pasir telah dibersihkan warga, tikungan masih saja menelan korban. Ada apakah gerangan dengan tikungan tersebut?

“Padahal sekarang ini, tak ada manusia yang tak terburu-buru. Semuanya terburu-buru. Seakan-akan dihantui waktu.”


Pintu yang Tak Terkunci adalah cerpen yang membuat kita berkontemplasi. Menurut saya cerpen ini adalah sebuah analogi hubungan manusia dengan Tuhan. Awalnya saya nggak ngerti dengan cerita ini dan akhirnya sangat mengagetkan. Saya menafsirkan cerpen ini tentang kisah mencari Tuhan. Tuhan selalu mengetuk hati kita, tapi kadang kita lupa untuk membukanya walaupun pintu itu tidak pernah kita kunci.

“Selamat malam. Aku Tuhan. Kenapa lama sekali?”

Hanya Empat Putaran masih bertema cinta. Seorang perempuan membutuhkan lebih dari empat putaran berlari di boulevard kampus untuk melupakan segala memori pahit pengkhianatan sahabatnya yang mengambil kekasihnya. Sementara ada seorang laki-laki hanya membutuhkan empat kali putaran berlari dalam rangka upaya menurunkan berat badan. Di boulevard itulah mereka bertemu. Saya juga suka dengan cerpen ini.

“Pengkhianatan lebih menyakitkan daripada maraton bertelanjang kaki, kau tahu?”

“Selama ini, aku pikir aku butuh lebih dari empat putaran. Butuh berkali-kali lipat empat putaran untuk melupakan luka itu. Namun ternyata aku hanya butuh empat putaran. Tepat empat putaran, untuk menemukan kamu yang baru dan memberikan arti lagi pada setiap langkahku.”

Semalam dengan Diana Krall mengisahkan seorang pemain piano yang jatuh hati pada seorang perempuan dari Jakarta yang mengunjungi kafe tempat ia main bersama bandnya. Walaupun tak pernah bertukar kata, laki-laki ini langsung jatuh cinta pada pandangan pertama perempuan tersebut.

Lagu dari Diana Krall, The Boy From Ipanema yang diganti menjadi The Girl From Ipanema selalu diputarnya dan ia merasa perempuan itu menyukai lagu tersebut. Ketika perempuan Ipanema tak lagi dilihatnya datang ke kafe itu, ia tetap mencari dan menunggu. Bahkan ia menciptakan sebuah lagu khusus untuk gadis itu. Lantas bisakah ia bertemu gadis Ipanema setelah sekian lama menunggu?

“Aku tahu kau tidak tahu tentang perasaanku dan hal-hal lain yang selama ini aku simpan untukmu. Tetapi, kau harus tahu, aku masih mencarimu. Di semua tempat yang kudatangi. Di semua sudut yang kulewati.”

The Beautiful Stranger tentang seorang perempuan misterius tapi sangat cantik dan berhasil menarik hati seorang pria yang ditemui di sebuah kafe ternama. Pria tersebut baru saja patah hati karena kekasihnya memutuskan hubungan hanya karena jatuh hati pada pria yang baru dikenalnya.

“Senyuman itu sangat manis dan ia tampak semakin memikat! Saya terpaku, terbunuh di tempat.”

Milana adalah cerita pamungkas dalam buku bersampul jingga senja ini. Milana adalah gadis pelukis senja yang muncul di Jembrana, Bali. Ia melukis senja dari atas sebuah kapal feri yang membawanya dari Ketapang, Banyuwangi ke Gilimanuk, Bali. Ia melukis senja untuk menanti kekasihnya, Areno Adamar, pria perekam senja yang tak akan pernah kembali. Cerita inilah yang dikembangkan Bernard Batubara menjadi novel Surat Untuk Ruth.

“Menunggu adalah perkara melebarkan kesabaran dan berhadap-hadapan dengan risiko ketidakhadiran.”

“Sebelum ini, aku tidak pernah menunggu. Aku benci menunggu. Menunggu adalah perbuatan sia-sia. Menunggu adalah tindakan pasif dan melelahkan. Bagiku, menunggu adalah pertanda kelemahan.”

“Aku lebih suka mengejar. Mengejar adalah tindakan aktif dan tidak membosankan. Dengan mengejar, aku beberapa langkah lebih dekat kepada apa yang aku inginkan. Aku memotong waktu, memangkas jarak. Aku bisa menentukan kapan akan sampai di tujuan. Aku bisa memperkirakan seberapa jauh atau seberapa dekat diriku dari apa yang ingin kuraih. Waktuku terpakai, tidak sia-sia.”

Jung adalah gadis dengan mata seputih kapas, namun tidak buta. Ia tidak pernah berkedip karena dengan berkedip ia akan melihat banyak hal aneh, termasuk kematian. Ia memiliki saudara kembar tapi entah berada dimana. Jung sering duduk di sebuah bangku di tepi Jalan Malioboro untuk melihat lalu lalang kendaraan maupun orang-orang. Disanalah ia akhirnya tak sengaja dipertemukan dengan saudara kembarnya yang laki-laki

Dalam Cermin ada tokoh Maila, perempuan yang selalu mematut diri di depan cermin. Maila cantik dan semua pria yang melihatnya akan jatuh hati kepadanya. Wono, pria yang berwajah buruk rupa, terlihat jauh lebih tua dari umurnya jatuh cinta kepada Maila. Namun dia tahu diri. Maila pun membuat sebuah sayembara mencari cermin yang membuat pantulan wajahnya jauh lebih cantik di cermin. Wono, seorang pedagang daging di pasar memiliki cermin warisan dari kakeknya dan berusaha mengikuti sayembara itu. Berhasilkan Wono mengikuti sayembara tersebut?

Malaikat menceritakan tentang Lou, anak kecil yang sangat menyukai malaikat dan ingin bertemu dengannya setelah sering mendengar cerita tentang malaikat dari ibu gurunya. Malaikat yang diceritakan gurunya adalah malaikat bersayap, diciptakan Tuhan untuk membantu manusia yang mengalami kesusahan hidup.

Tema cerita dalam buku ini dominan cinta dan hubungan asmara yang lebih sering kandas daripada bahagia. Ada beberapa typo dalam buku ini; direncakan seharusnya direncanakan (50), 'dadakuterasa nyaman', seharusnya setelah dadaku ada spasi menjadi dadaku terasa nyaman (128), dan seusai ditulis sesuai (135). Untuk buku ini, saya kasih tiga bintang.

Comments

  1. maaf, aku baru buka twitter. jadi gak sempat baca review buku Milananya.
    Keren lho reviewnya! :) O Iya, mampir juga ke blogku ya.
    iritbicara.blogspot.com atau iritbicara.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi salam kenal juga. Makasi ya udah mampir.. hehe.. nama blogmu kece.. :)

      Delete

Post a Comment