Liputan Kepulangan Novel Baswedan



Penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menjadi news maker pada bulan April 2017. Waktu itu saya masih tinggal dan kerja di Mataram, Lombok. Semua orang membicarakan Novel yang disiram menggunakan air keras di wajahnya oleh orang tak dikenal. Saya pun berempati atas apa yang menimpa penyidik yang dikenal dengan integritasnya itu.

Saat itu saya baru tahu informasi Novel diserang dari koordinator liputan saya di Suara NTB. Saya pun langsung membuka portal berita online nasional.

Saya membayangkan pasti para awak media di Jakarta akan fokus memberitakan itu. Saya pun membayangkan seandainya saya bisa meliput kasus penyiraman itu. Tapi enggak mungkin karena saat itu wartawan daerah. Hehe

Ketika saya mulai bekerja di media online nasional, saya beberapa kali ditugaskan meliput di KPK. Dan belakangan malah sangat sering mendapat tugas di KPK.

Saya pertama kali meliput Novel Baswedan yang saat itu berbicara melalui sambungan video call di hadapan wartawan pada 11 Oktober 2017. Melalui video call itu, Novel yang saat itu berada di Singapura mengabarkan perkembangan kesehatan matanya. Ia juga berharap pelaku penyerangan bisa segera ditangkap. Serta mendesak Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Walaupun waktu itu cuma lewat suara, saya bahagia bisa meliput berita perkembangan Novel. Hehe.. Saya juga berharap waktu itu kalau nanti Novel pulang ke Indonesia saya bisa meliputnya.

Berita rencana kepulangan Novel disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah pada Senin, 19 Februari 2017. Novel direncanakan akan pulang pada Kamis, 22 Februari 2018.

Alhamdulillah, pada Kamis, 22 Februari 2018, saya ditugaskan meliput di KPK. Senang!

Pada Kamis pagi, suasana di Gedung Merah Putih KPK lebih ramai dari biasanya. Selain wartawan, depan lobby gedung dipenuhi juga oleh para pegiat antikorupsi yang akan menyambut kedatangan Novel. Ada juga karangan bunga dan spanduk 'Selamat Datang' di halte busway Kuningan Madya yang lokasinya tepat di depan Gedung KPK.




Pada pukul 12.00 WIB, para awak media yang tak bisa kuhitung jumlahnya itu telah berbaris rapi dan kamera telah diatur. Ada juga batas-batas yang tak boleh dilewati agar proses pengambilan foto oleh para fotografer tak terganggu.


Siapa yang lewat garis batas akan disoraki para wartawan. Hahahah. Pokoknya heboh. Tiba-tiba, mobil tahanan datang dan menurunkan Bupati Ngada. Mereka juga meneriaki si bupati. Hahaha.

Pegawai KPK siap menyambut Novel Baswedan

Kasian nih bupati diteriaki. Haha

Novel Baswedan tiba di Gedung KPK sekitar pukul 12.30. Tapi waktu itu belum tampak karena ia salat dulu. Baru kemudian sekitar pukul 13.00 ia keluar dari belakang Gedung KPK menggunakan mobil Toyota Alphard hitam. Ia didampingi Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif (si bapak ganteng) dan perwakilan pegawai KPK, Cak Harun.














Novel menyalami para pegawai KPK yang telah menunggunya. Para pegawai KPK menggunakan baju putih dan membawa spanduk dukungan untuk Novel.








Akhirnya keinginanku terwujud dan bisa melihat Novel secara langsung. Tapi saya sedih melihat mata sebelah kiri Novel yang rusak parah akibat ulah manusia bejat dan penjahat. Sangat disayangkan hingga kini pelakunya belum berhasil ditangkap kepolisian. Apalagi dalangnya.





Walaupun kondisi matanya rusak parah, Novel tetap bersemangat dan menularkan kekuatan pada para pegawai KPK agar tak gentar dan takut melawan koruptor. Semangat Pak Novel. Semoga segera pulih dan pelaku juga dalang teror kepada Anda segera dijebloskan ke penjara. #akuKPK





Comments