Review Film "Rajneeti"

Sebuah Narasi Kuasa dan Politik



Pemain : Ajay Devgan, Manoj Bajpaye, Arjun Rampal, Ranbir Kapoor, Katrina Kaif, Nana Patekar, Naseruddin Shah
Sutradara : Prakash Ja
Tahun : 2010


Rajneeti atau secara literal dalam bahasa Hindi berarti politik adalah film kedua yang saya tonton di bulan pembuka 2018 ini. Genre film yang saya suka memang action dan memiliki unsur cerita politik seperti ini.

Film ini berpusat pada perebutan kekuasaan dalam tubuh partai yang sangat kuat di India, Rashtrawadi. Tokoh-tokoh yang berada pada pucuk pimpinan ini memiliki hubungan keluarga. Awalnya Rasthtrawadi dipimpin Bhanu Pratap. Tak disangka, Bhanu Pratap terserang stroke saat berpidato di depan kadernya.

Segera pimpinan partai berganti ke Chandra Pratap, saudara Bhanu. Chandra Pratap adalah suami dari Bharti Gopal dimana mereka memiliki dua anak laki-laki; Samar (Ranbir Kapoor) dan Prithvi (Arjun Rampal). Setelah pimpinan partai beralih, Prithvi mendapat posisi strategis sebagai sekretaris umum. Hal ini membuat Veerendra (Manoj Bajpaayee) terdepak.

Ia pun berusaha mempertahankan posisinya dan menggandeng Sooraj (Ajay Devgan). Sooraj adalah anak kandung Bharti dengan pimpinan partai kiri, Bhaskar Sanyal (Naseruddin Shah). Karena hasil hubungan di luar nikah, setelah lahir Brij Gopal (Nana Patekar), kakak Bharti membuang Sooraj di Sungai Gangga. Ia dipungut dan dipelihara Ram Charittar yang berasal dari keluarga miskin. Ram bekerja sebagai sopir di rumah Chandra Pratap.

Film ini penuh intrik politik yang sangat kejam. Antara dua kubu ini berupaya mempertahankan kekuasaan mereka dengan berbagai cara walaupun banyak nyawa dikorbankan.

Kekejaman bermula saat Chandra Pratap dibunuh di dalam mobilnya. Samar yang merupakan lulusan Amerika kemudian merancang berbagai cara mempertahankan kekuasaan keluarganya dan berambisi menjadikan kakaknya, Prithvi sebagai Perdana Menteri.

Setelah Veerendra berhasil merebut Rasthtrawadi, Prithvi membentuk partai baru Jan Shakti dibantu adik dan pamannya, Brij Gopal (Nana Patekar). Peran Brij dalam film ini cukup sentral.

Demi mendapatkan modal kampanye, Prithvi dipaksa mengawini Indu (Katrina Kaif). Indu sebenarnya mencintai Samar. Tapi Samar memaksanya agar mau mengawini Prithvi. Ayah Indu juga berambisi menikahkan anaknya dengan calon perdana menteri.

Dengan berbagai intrik politik demi sebuah kekuasaan dan setelah banyak nyawa dikorbankan, Indu lah kemudian yang menjadi perdana menteri. Prithvi tewas secara tragis dalam serangan bom mobil di rumahnya. Kejadian itu juga menewaskan Sarah, warga Amerika yang merupakan kekasih Samar.

Rajneeti menarasikan bahwa politik bukan hitam atau putih. Semua serba kelabu. Karakter tokoh-tokohnya berada di dalam lingkar abu-abu. Kita tak pernah tahu siapa yang antagonis dan protagonis. Semuanya sama.

Walaupun durasi film ini cukup panjang, 2 jam 49 menit tapi tak membosankan. I give rate 9 out of 10.



Comments