Liputan Setya Novanto yang Menghilang


Rumah Setya Novanto di Jalan Wijaya Nomor 19, Jakarta Selatan

Pada pertengahan November 2017 lalu, publik di Indonesia dibuat terkejut dengan menghilangnya Setya Novanto saat rumahnya digeledah penyidik KPK. Saat itu status Setya Novanto masih menjadi tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

Berita hilangnya Setya Novanto menjadi headline pemberitaan media. Saat ada informasi penggeledahan di rumah mantan Ketua DPR di Jalan Wijaya Nomor 19 Jakarta Selatan, aku tak ditugasi ke sana.

Baru keesokan harinya, aku dapat tugas memantau kondisi rumah Setnov. Aku pun dapat pesan dari koordinator liputanku agar pagi-pagi aku sudah harus berada di lokasi.

Pada Kamis, 16 November 2017 itu, aku berangkat dari rumah sekitar jam 06.00. Naik kereta dari Stasiun Citayam dan turun di Stasiun Tanjung Barat. Dari Tanjung Barat, aku naik Gojek sampai di Jalan Wijaya Nomor 19. Jaraknya lumayan jauh.

Aku sampai rumah Setnov sekitar pukul 07.30 WIB. Sudah ada beberapa wartawan di sana. Mobil beberapa stasiun televisi juga terparkir di depan rumah mewah itu. Aku pun mulai memantau sekeliling bagaimana kondisinya pasca rumah Setnov digeledah penyidik KPK dan ia menghilang entah kemana.

Tak lama, datang Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham yang saat ini menjabat Menteri Sosial RI. Sebelum Idrus masuk ke dalam rumah, kami pun wawancara terkait kedatangannya dan apakah ia tahu di mana keberadaan Setnov.

Rumah Setnov memiliki pagar tinggi dan gerbangnya hanya dibuka ketika ada tamu yang datang. Penjagaan pun cukup ketat. Wartawan menunggu di depan rumahnya di pinggir jalan raya. Untungnya ada sebuah tempat mirip halte di depan rumahnya yang berkanopi. Saat hujan turun pada siang harinya, kami pun berteduh di sana.

Rumah tampak depan. Buru-buru ambil foto sebelum gerbang ditutup Satpam.


Selain Idrus Marham, saat itu hanya terlihat datang pengacara Setnov, Fredrich Yunadi (kini telah menjadi mantan pengacara dan sama-sama diproses KPK). Fredrich pun saat itu mengaku tak tahu di mana keberadaan Setnov. Ia pun menyebut kliennya sedang ada tugas negara tapi ia tak tahu kemana. LOL

Siang hari sampai malam hari wartawan yang datang makin banyak. Setiap mobil yang datang kami selidiki siapakah gerangan yang berada dalam mobil itu. Kami berharap tiba-tiba Setnov pulang atau ternyata dia yang berada di dalam mobil. Haha

Pada malam harinya, tiba-tiba beredar informasi di kalangan wartawan bahwa Setnov akan melakukan live di Metro TV baru kemudian akan menyerahkan diri ke KPK. Eh tak dinyana, tak lama setelah informasi itu, beredar kabar lain kalau Setnov kecelakaan mobil saat menuju Metro TV di Kedoya, Jakarta Barat. Aku ngerasa seperti sedang mengikuti drama murahan yang akhirnya bisa ditebak dengan mudah. Para wartawan pun heboh.

Sesaat setelah kabar kecelakaan beredar, terlihat ada tiga mobil Alphard keluar dari rumah itu. Dan di dalam mobil tampak istri Setnov, Deisti Astriani Tagor. Para wartawan pun ada yang langsung bergeser ke lokasi kecelakaan dan ke RS Permata Hijau dimana Setnov dirawat.

Ada keseruan dan ketegangan saat itu. Aku berada di rumah Setya Novanto sampai sekitar pukul 21.30. Setelah tak ada apa-apa, aku izin pulang ke koordinator liputanku sembari mengikuti perkembangan drama mantan Ketum Golkar itu. Dan besoknya aku ditugasi ke Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melihat kondisi mobil yang ditumpangi Setnov usai kecelakaan.

Waktu itu aku sempat kesorot kamera tipi waktu wawancara Idrus, dan ibuku yang heboh di rumah. Tumben liat anaknya masuk tipi. Wkwkwkwkw

Malamnya, wajah kucel ini juga kesorot kamera Metro TV dan aku ditonton bibiku di rumah. Wkwwkwwk

Itu salah satu pengalaman seru liputanku. Hehe

Eit dah nongol di mari juga.. Wkwkwk

Oh iya, aku juga pernah ditugasi meliput di RS Premiere Jatinegara saat Setnov dirawat di sana (Kamis, 28 September 2017). Saat itu heboh fotonya yang viral saat sedang dirawat. Waktu itu aku zonk, gak dapat berita sama sekali karena narasumber yang ditunggu gak nongol-nongol. Kabarnya akan datang Nurdin Halid akan besuk Setnov, tapi batal. Dari siang sampai malam di sana enggak dapat apa-apa akhirnya aku disuruh pulang sama editorku. Malu-maluin wartawan zonk. Hahaha


Pada akhirnya dirompioranyein juga.







Comments