Changi dan Mi (Trip Kuala Lumpur-Singapore Part 9)



Malam terakhir di Singapura dihabiskan dengan berbelanja dan packing. Kami harus bangun dini hari karena penerbangan kami mengambil penerbangan pagi ke Surabaya menggunakan maskapai Tiger Air. Kami berangkat sekitar jam tiga pagi dari hostel ke Bandara Changi. 

Salah satu tujuan kami pulang via Singapura karena ingin melihat Bandara Changi. Juga karena tiket Singapore-Surabaya-Lombok cukup murah sekitar Rp 1,2 juta. Dari Surabaya ke Lombok kami menggunakan Citilink.



Bangun dini hari, berangkat ke bandara jam tiga pagi, ngantre check in sekitar 1 jam lebih bahkan hampir dua jam karena panjangnya antrean membuat perutku lapar. Waktu itu aku kebayang indomie goreng dengan telur ceplok dan irisan cabai yang banyaaak. Rasanya pengin banget makan mi.

Setelah proses check in selesai, kami naik ke atas menuju ruang tunggu. Aku memutuskan sarapan di kafe yang ada di bandara. Beruntungnya di menu ada mi tapi ditulis "mee". Di bayanganku ini pasti mirip mi rebus di Indonesia. Akhirnya aku pesan mee kari. 

Rasa laparku akan segera tandas. Enak kan makan mi di dalam bandara yang dingin. Slurrppp.

Ekspektasiku sepertinya ketinggian. Realitanya rasa mi yang kupesan tadi sama sekali meleset dari bayanganku. Aku pun makan hanya dua sendok. Mungkin tak sesuai seleraku. Kuahnya kental, minya sejenis mi kuning. Ada tauge, tahu, taburan cabai hijau dan sebutir telur rebus. Penampakannya lezat tapi lidahku tak cocok.



Karena penerbangan kami masih lama, kami foto-foto dulu di taman anggrek di dalam bandara. Bandaranya memang sangat megah. Di taman anggrek, ada kolam ikan koi dan kita bisa duduk-duduk di sekitarnya karena disediakan bangku. Terminal Ultimate 3 Bandara Soekarno-Hatta desainnya mirip Changi menurutku.








Saat masuk ruang pemeriksaan menuju ruang tunggu, tasku sempat dibongkar karena mesin x-ray bunyi berkali-kali. Ternyata itu karena frame-frame kecil yang aku beli. Alhamdulillah lolos juga.





Inilah part terakhir cerita perjalananku ke Kuala Lumpur dan Singapura pada akhir Mei-Juni 2015. Udah lama memang tapi aku baru sempat tulis sekarang. I just write for immortalizing my experiences.

Perjalanan yang sangat menyenangkan. Budget yang aku habiskan sekitar Rp 4 juta, termasuk tiket, akomodasi dan biaya lainnya. Menurutku sih enggak mahal. Well spent money. I prefer to buy experience than things. 

Semoga bisa kembali ke Singapura. Aku pengin ke Bras Basah, Gardens by the Bay, Art Science Museum, dan Little India. 

See ya! XOXO


Comments

  1. Ke Batam saja...You can go to Singapore anytime, it's just take 1 hour...or 1.5 hour to Johor...

    ReplyDelete

Post a Comment