Pameran Karya Pramoedya Ananta Toer




Pertengahan April 2018, digelar pameran karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Pameran berlangsung di Galeri Indonesia Kaya, West Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Pameran di Galeri Indonesia Kaya ini hanya permulaan dan sebagai pembuka, pameran yang lebih lengkap bertempat di kafe dan galeri Dia.Lo.Gue, Kemang, Jakarta Selatan yang berlangsung sampai 20 Mei 2018. Sayang sampai ini aku tulis, aku belum ke sana. 

Pameran di Galeri Indonesia Kaya dengan tema The Solitude; Pram and the Art of Writing di Galeri Indonesia Kaya hanya memuat semacam daftar atau bibliografi karya-karya Pramoedya dari sejak awal karier kepenulisannya. Ada semacam poster-poster yang ditempel berisi judul buku, tahun terbit, dan sinopsis singkat buku itu.













Sebelum pameran dibuka, ada diskusi diselenggarakan panitia yang dihadiri Najwa Shihab, Happy Salma, Jajang C Noor, Slamet Raharjo, dan anaknya Pramoedya, Astuti. Sayang waktu itu aku datang terlambat jadi enggak bisa mengikuti acara diskusi. Akhirnya karena ini tugas liputan, aku wawancara sebentar dengan Bu Astuti, Happy Salma, Jajang C Noor, dan Slamet Raharjo.

Bu Astuti

Jajang C Noor dan pengunjung

Slamet Raharjo

Pameran ini dalam rangka memperingati 12 tahun wafatnya penulis kelahiran Blora, Jawa Tengah itu. Pram wafat pada tanggal 30 April 2006 dan dimakamkan di TPU Karet Bivak. Aku juga berencana ke makamnya tapi belum kesampaian. 





Pram adalah penulis yang wajib dibaca karya-karyanya. Aku sendiri honestly baru baca satu buku karya beliau yang bercerita tentang perempuan Indonesia di zaman penjajahan Jepang. Tapi buku-buku beliau khususnya Tetralogi Pulau Buru masuk dalam wishlist-ku. Aku ingat kata seorang kawan, menunda membaca karya Pramoedya adalah sebuah dosa. Baiklah. Anyway, Selamat Hari Buku Nasional 2018!

NB:

Hasil liputanku tentang pameran ini bisa dibaca di sini.



XOXO




Comments