Review "Unaccustomed Earth"









Bahasa   : Inggris

Penulis   : Jhumpa Lahiri

Terbit     : 2008



Buku ini adalah salah satu buku yang masuk daftar bacaanku di bulan Desember 2014. Pada awalnya aku pasang target bacaan bulan Desember itu khusus buku berbahasa Inggris. Target awalnya sih dua buku saja, maklumlah English masih cetek begini. Dalam rangka belajar juga sih. Tapi karena banyak kegiatan, *halah alasan, buku ini baru selesai aku baca 11 Januari 2015. Ckckckckck. Efek apaan yah bulan Desember jadi malas banget baca.

Unaccustomed Earth adalah buku kumcer (kumpulan cerita pendek) penulis keturunan India ini. Beberapa cerpen yang ada dalam buku ini pernah dimuat di koran The New Yorker. Cerita yang diceritakan Jhumpa dalam buku ini adalah tentang kehidupan para imigran India di Amerika. Tokoh-tokoh yang ada dalam cerita ini khusus orang-orang Bengali (warga India yang berasal dari Provinsi West Bengal) yang sudah lama menetap di Amerika.

Buku ini terdiri dua bagian. Bagian pertama berisi lima cerpen. Tapi menurutku bukan cerpen sih ya, lumayan panjang semua soalnya. Cerita di bagian pertama yaitu; Unaccustomed Earth, Hell-Heaven, A Choice of Accomodations, Only Goodness, dan Nobody's Business. Pada bagian kedua, Hema dan Kaushik yang dibagi menjadi beberapa sub bagian yaitu; Once in a Lifetime, Year's End, dan Going Ashore.

Dari semua cerita yang ada di buku ini, saya paling suka bagian Hema dan Kaushik. I was into their story. Apalagi yang bab Going Ashore, aku sampai senyam senyum sendiri. Aaaaak, ceritanya bikin ngiri.

Setelah bertahun-tahun tak pernah bertemu, akhirnya Hema dan Kaushik bertemu tak sengaja di Italia. Mereka berdua secara kebetulan bekerja disana, Hema sebagai pengajar dan Kaushik seorang fotografer. Sebelumnya mereka hanya teman masa kecil, orang tua Kaushik pernah tinggal selama beberapa bulan di rumah orang tua Hema. Orang tua mereka bersahabat dan dari sanalah awal perkenalan mereka pada saat umur belasan. Waktu itu Hema memendam rasa suka terhadap Kaushik, tapi disimpannya sendiri karena Kaushik itu tipe-tipe cowok cuek dan jual mahal.

Setelah bertemu secara kebetulan di Italia, mereka menjalin hubungan khusus. Mereka menjadi dekat dan jatuh cinta, walaupun sebenarnya Hema akan segera menikah dengan Navin. Selama Kaushik berada di Italia, mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Kaushik akan segera pindah ke Hongkong dimana ia akan bekerja sebaga editor foto di sebuah media ternama.

Setelah menghabiskan beberapa waktu berlibur ke sebuah tempat sebelum Kaushik pindah ke Hongkong dan Hema menikah, Kaushik meminta Hema ikut bersamanya ke Hongkong, membatalkan pernikahannya dengan Navin. Nggak tahu kenapa bagian ini yang paling saya suka, rumit tapi menarik. Aku membayangkan aku sendiri yang berada dalam posisi Hema. Ekhem. Bingung kan pilih menikah dengan orang yang tidak begitu kita cintai atau kabur dengan orang yang kita cintai. Hahahhaha

Bagian ini yang buat saya senyum dan histeris aaaakkk, soooo sweeeettt and romantic. Simak obrolan di bawah ini:

"Come with me," Kaushik said.
"Where?"
"To Hongkong." And then he said, "Don't marry him, Hema"

Mungkin karena Kaushik paham itu sangat rumit bagi Hema, ia tidak memintanya untuk menjawab saat itu juga. Ia meminta Hema untk pergi ke India, menuntaskan hubungannya dengan Navin. Sadis ya, aah cinta itu kadang begitu. Hahahaha. Kaushik pun mengatakan ia sanggup menunggu sampai hubungan Hema dan Navin selesai alias putus. Oh Gosh !

I was stricked by this part too, oh so lovable:

"It's too late Kaushik." Hema said.
He extended a finger toward her jaws, turned her gently to look at him, into the tired eyes she had begun to love. His face glowed with affection for her, with hope, and she knew then that it was not just the wine talking, that he meant what he'd said. "In a few weeks it will be. Not yet."

Tapi ending kisah ini tak seperti yang aku kira. Yah mungkin karena berkomitmen itu penting juga dan itu dibutuhkan setiap wanita. Komitmen yang jelas ya. Catet. Hahaha. Sehingga Hema tetap memilih menikah dengan Navin. Hema tahu, Kaushik tak begitu berniat menikah dan tak jelas kemana arah akan dibawa hubungan mereka. Sebelum ke Hongkong, Kaushik berlibur beberapa hari di Thailand. Dan ia salah satu korban tsunami yang melanda negara itu, so sad.



Comments